IDN Q8

Indonesian Diaspora Network Kuwait

Pengurus IDN Kuwait

Kepengurusan Diaspora Indonesia di Kuwait periode 2017 -2019

Indonesia Kerja Bersama

Menjelang pesta rakyat merayakan HUT RI ke-72

Kuwait Tower Salmiya

Kuwait Towers adalah kelompok tiga menara ramping yang melambangkan kebangkitan ekonomi Kuwait dan juga landmark budaya dan budaya dunia.

Tower Monas jakarta

Tugu Monas adalah monumen peringatan setinggi 132 meter yang didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia untuk merebut kemerdekaan dari pemerintahan kolonial Hindia Belanda.

Thursday, October 12, 2017

Seminar PPNI Kuwait : Peluang Karir Perawat Indonesia Setelah Resign Dari Luar Negeri

Daiya - Kuwait. Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Perwakilan Kuwait dibawah Kepemimpinan Ketua baru Rana Purnama Lahardi periode 2017 - 2022, Kamis 12 Oktober 2017 pukul 15.30 WK menggelar rangkaian kegiatan program perdananya. Kegiatan berupa seminar dan pelantikan susunan Kepengurusan baru dengan Ketua terpilih Rana berlangsung di Aula KBRI, Daiya.


Seminar yang bertema "Career Choice and Opportunities For Indonesian Nurses Returness" dihadiri 60 orang peserta dengan pembicara Ns. Ferry Efendi, S.Kep., MSc.,PhD (Dosen dan Kepala Penelitian di Universitas Air Langga Surabaya, Jawa Timur - Indonesia).


Ferry yang kebetulan saat ini berada di Kuwait dalam aktifitasnya riset dan survei terkait profesi Perawat Indonesia yang bekerja di Kuwait, diminta kesediaannya oleh Ketua PPNI Kuwait atau INNA-K (Indonesian National Nurses Association in Kuwait) untuk menjadi pembicara pada seminar tersebut.


Sebelum seminar berlangsung, Gantosori selaku Perwakilan KBRI yang mewakili Duta Besar Tatang Razak memberikan sambutan singkat. Saat ini Duta Besar RI untuk Kuwait sedang berada di Indonesia mengikuti Trade Expo Indonesia 32nd.


Beliau menyampaikan ucapan terimakasih atas program kegiatan PPNI periode baru, bahwa hal ini sejalan dengan visi dan misi KBRI. Sehingga tentunya didukung dan diupayakan dibantu meskipun penyelenggaraan terbilang mendadak baik request ataupun undangan yang disampaikan.


Pada sesi seminar Ferry menyampaikan perlunya Pemerintah membuat kebijakan khusus yang sifatnya berintegrasi dalam hal Return Migrasi Management, khususnya bagi Perawat Indonesia yang bekerja diluar negeri. Hal ini dianggap perlu dilakukan secara terus menerus dan sistematis.


Harapannya adalah Perawat sebagai tenaga professional dengan pengalaman dan keahlian (skill) berstandar internasional tersebut dapat didayagunakan maksimal untuk meningkatkan sistem kesehatan nasional.


Para pakar keperawatan dunia yang tergabung dalam organisasi International Council of Nursing (ICN) telah sejak lama membentuk badan kajian dan penelitian yang berfokus pada aspek lingkup migrasi profesi perawat.


Badan yang bernama International Center of Nurses Migration (ICNM) melakukan kajian dan penelitian mulai dari proses migrasi hingga post migrasi baik dari sisi Pemerintah maupun profesi perawat itu sendiri.

ICNM telah mengeluarkan rekomendasi kebijakan untuk dapat diterapkan dinegara-negara yang diketahui sebagai pengirim tenaga perawat keluar negeri, termasuk Indonesia. Adapun kebijakan (Policy option) yang dimaksud antara lain;

  1. Perlunya intervensi dan dukungan pemerintah untuk meminimalisir masalah yang timbul saat perawat kembali ke negaranya.
  2. Mengidentifikasi keahlian (skill) keperawatan yang selaras dengan kebutuhan negara dan individu dimana sangat dibutuhkan.
  3. Menawarkan skema untuk menarik perawat kembali pada profesinya dengan fokus khusus pada mereka yang memiliki spesialisasi dibidang keperawatan.
  4. Mempromosikan dan menghargai praktik ketenagakerjaan yang adil bagi Perawat melalui penerapan kode global WHO.

Sebagaimana kondisi saat ini banyak Perawat yang mengakhiri kontraknya diluar negeri (resigned) dan kembali ke tanah air, baik dari Jepang, Belanda, Saudi Arabia dan Kuwait serta negara lain. Dari hasil survei, sebagian besar mereka tidak lagi berprofesi perawat. Melainkan bekerja disektor non keperawatan, bahkan berstatus pengangguran.


Hal ini perlu perhatian Pemerintah untuk membantu eks migrasi (Nurses return) yang dipastikan berpengalaman dan memiliki skill internasional juga dapat turut membangun ketahanan kesehatan bangsa.


Selanjutnya memasuki sesi tanya jawab. Pada kesempatan tersebut selaku Atase Ketenagakerjaan (Atnaker) KBRI Kuwait, Alamsyah meminta kepada panitia penyelenggara agar menyusun konsep materi atau laporan seminar untuk nantinya diteruskan kepada kementerian terkait. Baik ke Kementerian tenaga kerja maupun Kementerian Kesehatan Indonesia.

Setelah selesai acara seminar, rangkaian kegiatan pelantikan Kepengurusan PPNI Perwakilan Kuwait periode 2017 - 2022 dimulai. Ketua terpilih Rana Purnama Lahardi, S.Kep melantik jajaran pengurus baru. Beliau berharap agar kepengurusan baru dapat komitmen pada visi dan misi PPNI serta kompak dalam menjalankan program kerja nantinya.


Terakhir adalah sesi photo bersama. Peserta seminar, Panitia acara serta para pengurus PPNI/INNA Kuwait dan Pembicara serta perwakilan KBRI turut ambil bagian di sesi tersebut.

Selamat atas suksesnya acara tersebut, semoga INNA-K semakin maju dan solid Kepengurusannya.



Salam Diaspora!

Saturday, October 7, 2017

Momen Perkenalan 9 Mahasiswa Indonesia Yang Baru di Kuwait

Reggae - Sebanyak 9 (sembilan) orang Mahasiswa Indonesia dari sekolah atau institusi Islam akan bergabung untuk melanjutkan pendidikan tahun ajaran baru di Markaz Lughoh Kuwait University.

Sejumlah 7 mahasiswa dan 2 mahasiswi mendapatkan beasiswa setelah melalui berbagai tahapan proses seleksi yang di adakan pihak institusi atau sekolah mereka masing-masing. Tentunya telah memenuhi persyaratan dari Pemerintah Kuwait dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kementerian Awqaf Kuwait.


Sebagaimana peribahasa "Tak Kenal Maka Tak Sayang", maka pihak Takmir Masjid (Pengurus masjid) Indonesia di Kuwait berinisiatif mengadakan kegiatan perkenalan  dengan para mahasiswa tersebut.


Acara dilaksanakan setelah sholat Jum'at di masjid Indonesia yang berlokasi di Reggae area, 6 Oktober 2017. Kehadiran mahasiswa baru ini, mengisi peluang baru dimana beberapa bulan lalu sejumlah mahasiswa pulang ke Indonesia setelah berakhir masa belajarnya di Kuwait.

Dari sembilan orang Mahasiswa dan Mahasiswi Indonesia tahun ajaran 2017 ini, 8 orang berasal langsung dari Indonesia. Sedang 1 mahasiswi Diaspora Indonesia yang sudah sejak lama berada di Kuwait bersama orangtua nya. Mereka diantaranya adalah :

1. Lingga Mochammad Cung (Tangerang Selatan)
2. Azka Al Yauma (Pekan Baru)
3. Sela angelita kariz (Depok)
4. Farhan Ali (Pekan Baru)
5. Muhammad taufiqurrahman na'im (Blora)
6. Fathurrahman aulia (Depok)
7. Ahmad rabbany (Banyuwangi)
8. Mahasiswa (akan datang Januari)
9. Maryam (Diaspora Indonesia di Kuwait).


Sesi perkenalan yang dilaksanakan didalam masjid tersebut dihadiri 45 orang takmir masjid Indonesia. Selanjutkan semua yang hadir di undang pada sesi ramah tamah makan siang bersama oleh Ketua Takmir Sulih Hamdani (Abu Ridho) di Matam (restoran) Al-Mamlakah Reggae.

Selamat datang di Kuwait sahabat, saudaraku, semoga lancar dalam proses belajar dan mengukir prestasi yang membanggakan bangsa.



Salam Diaspora!

Friday, October 6, 2017

Kegiatan Diaspora Indonesia Memasuki Musim Dingin Di Kuwait

Salmiya - Perubahan cuaca memasuki musim dingin diwilayah Kuwait disambut Diaspora Indonesia dengan berbagai kegiatan outdoor. Suhu cuaca pagi hari dikisaran 23° C - 26° C diwilayah pantai dimanfaatkan masyarakat di Kuwait untuk kegiatan olah raga dan silaturahmi kumpul bersama.

Hal ini seperti yang dilakukan Jum'at pagi 06 Oktober 2017 oleh diaspora Indonesia dalam wadah organisasi Aku di Kuwait, Kampoeng Reggae dan Indonesian Nggowes Community-Q8 (Club Sepeda). Kegiatan yang berfokus sepanjang Pantai Salmiya (Kuwait Tower - Marina Beach) tidak direncanakan sebelumnya, namun demikian mereka dapat berkumpul pada titik yang sama yaitu di Taman Pantai Marina.

Menurut Sabir selaku sepuh Ormas Kampoeng Reggae yang turut hadir, mereka berenang dan berangkat sejak pukul 06.00 WK. Menjelang pukul 10.00 perlahan meninggalkan lokasi untuk beraktifitas lainnya atau pulang kerumah masing-masing. "Ini acara keluarga dan khususnya anak-anak untuk belajar renang dan hiburan dihari libur sekolah. mumpung cuaca sudah  dingin. Selain itu menjadi kumpul silaturahmi sesama warga". Ungkapnya saat diminta pendapat.

Musim dingin di Kuwait merupakan waktu yang ditunggu banyak orang, baik untuk kegiatan olahraga seperti renang, jogging, bersepeda dan lainnya di outdoor. Berikut beberapa photo dari kegiatan yang berhasil diabadikan Ady Erik Affandie (Aku di Kuwait), Nanak Sugianto (Club Sepeda) dan Rahmat Mulyawan (Kampoeng Reggae).










Salam Diaspora!

Sunday, October 1, 2017

Musyawarah Perawat Indonesia di Kuwait Lahirkan Pimpinan Baru Periode 2017 - 2022

Kuwait City, Rangkaian kegiatan Musyawarah Luar Negeri (Mus-LN) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Perwakilan Kuwait yang berlangsung Sabtu 30 September 2017 di Aula KBRI berjalan lancar dan Sukses. Acara yang dikemas dengan 2 (dua) sesi, seminar kesehatan gigi dan musyawarah pemilihan ketua baru dimulai sejak pukul 08.00 hingga pukul 20.00 waktu Kuwait.


Sebanyak 113 peserta seminar kesehatan gigi hadir pada kesempatan tersebut, mereka adalah diaspora Indonesia dari berbagai profesi pekerjaan. Seminar yang menghadirkan pembicara Dr.Sumant Mishra BDS, MclinDent, MQI (India)  dan drg. Annisa Nur Amalia (Indonesia) tampak berjalan lancar dan meriah dengan berbagai doorprize yang diberikan Panitia


Seminar kesehatan gigi diikuti dengan pemeriksaan gigi oleh para dokter, khususnya bagi anak-anak yang hadir saat itu. Apabila ada sesuatu atau gejala yang perlu tindakan penanganan medis lanjutan maka diberitahukan kepada para orang tua mereka yang hadir. Sesi seminar berakhir pukul 12.30 WK.


Selanjutnya adalah sesi musyawarah profesi Perawat untuk mendengarkan laporan Ketua Organisasi PPNI/INNA (Indonesian National Nurses Association) Kuwait periode 2012 - 2017 dan mengadakan pemilihan Ketua baru untuk periode 2017 - 2022.


Ada 2 orang tamu dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPNI Jakarta di Acara MusLN tersebut. Menurut Robby Fajar Cahaya selaku Ketua Panitia, tamu tersebut menjalankan kunjungan kerja untuk melantik ketua terpilih. Hal ini sesuai dengan aturan keorganisasian (AD/ART) PPNI. Mereka adalah Wawan Arif, S.Kep, MMRS bidang organisasi dan kaderisasi, dan Ahmad Eru Saprudin, M.Kep., Sp.Kom Sekretaris III.


Setelah melalui beberapa tahapan diskusi musyawarah, pada akhirnya terpilih ketua baru INNA/PPNI Perwakilan Kuwait periode 2017 - 2022.  Rana Purnama Lahardi, S.Kep memperoleh 38 suara dan Adi Sasmita, AMK 15 suara. Dengan demikian Rana Purnama secara sah dilantik sebagai ketua.

Duta Besar RI Tatang Budi Utama Razak dan Fathona Said (Pensosbud KBRI) hadir pada rangkaian acara MusLN PPNI Kuwait

Pelantikan ketua baru oleh perwakilan DPP PPNI disaksikan oleh ketua sebelumnya (Zulkifli Abdullah Usin), Ketua Panitia MusLN dan seluruh panitia yang juga Pengurus PPNI Kuwait periode sebelumnya.


Kegiatan seminar kesehatan gigi dan musyawarah Perawat ini didukung kuat oleh pihak KBRI Kuwait, serta beberapa sponsor yang berkontribusi atas lancarnya acara diantaranya Bank Negara Indonesia (BNI46), McDonald's, Indomie (Indofood) dan Grand Hypermarket.

Selamat kepada Rana Purnama Lahardi, semoga PPNI/INNA Kuwait semakin solid dan maju dalam semua program kerjanya.



Salam Diaspora!

Friday, September 29, 2017

Diaspora Indonesia Di Kuwait Nobar Film G30S/PKI

Da'iya, Kuwait. Sekitar 100 orang diaspora Indonesia di Kuwait hadir dalam acara nonton bareng (Nobar) pemutaran Film G30S/PKI yang dikoordinatori oleh PIP PKS Kuwait. Acara yang berlangsung di Aula KBRI Hari Jumat, 29 September 2017 pukul 18.00 WK ini didukung oleh beberapa organisasi masyarakat (Ormas) Indonesia di Kuwait.

Ormas yang turut mendukung kegiatan Nobar diantaranya adalah Indonesian Moslem Community (IMC) Kuwait, Persatuan Warga Indonesia Region Ahmadi (Perwira) Kuwait, Forum Kajian Muslim Al-Husna Kuwait, Kampoeng Reggae, Paguyuban Pasundan, dan Minang Sepakat.


Acara nobar dibuka dan dimulai dengan pembacaan Tilawah/Alfatihah, diikuti menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Selanjutnya adalah sambutan Ketua PIP PKS Kuwait Edy Yusuf, yang dilanjutkan oleh Fathona Said selaku perwakilan KBRI bidang Pensosbud. Kemudian memasuki sesi do'a bersama, dan break sholat Isya. Setelahnya Nonton bareng dimulai.


Dalam sambutannya Ketua PIP PKS Kuwait Edy Yusuf menegaskan untuk menolak Komunisme karena bertentangan dengan Pancasila, yaitu sila pertama. Komunis menganut ajaran Atheisme, sedangkan Indonesia adalah negara yang berketuhanan Yang Maha Esa. Rakyat Indonesia harus waspada bahaya laten komunis. Untuk itu pentingnya belajar sejarah dan mengajarkan ke generasi muda Indonesia (jasmerah).


Sedangkan inti penyampaian sambutan dari Pensosbud KBRI Kuwait (Fathona Said) adalah selain memperkenalkan pejabat atase tenaga kerja baru, beliau fokus jangan sampai nobar yang juga disaksikan oleh anak-anak memberikan efek dampak kurang baik. Terutama pada adegan yang mengandung tindak kekerasan.

Apa yang disampaikan oleh pejabat Pensosbud, ditanggapi sebagai hal masukan baik oleh salah satu tokoh PIP PKS Eko Priyanto. Namun menurut Eko, panitia sudah sedemikian rupa mengatur (short play 1 jam) dimana pada adegan kekerasan untuk tidak ditampilkan (dipotong).

Informasi yang dihimpun dari pihak penyelenggara Nobar Film G30S/PKI, bahwa tujuan ajakan nobar diantaranya adalah :

1. Memberikan penerangan kepada masyarakat Indonesia di Kuwait tentang bahaya laten komunis yang telah menodai Pancasila.

2. Mengingat kembali sejarah bangsa Indonesia, untuk diambil pelajaran agar tragedi berdarah tidak terulang
kembali.

3. Mewaspadai terhadap kebangkitan komunis gaya baru yang telah bermetamorfosis kedalam bentuk yang semakin sulit dikenali.

4. Mari memelihara dan meningkatkan kejelian bersama untuk melihat setiap gejala kebangkitan komunisme di tengah-tengah masyarakat.

5. Jangan sampai memberikan ruang sekecil apapun untuk memberikan celah untuk bangkit, seperti pembiaran apalagi pembelaan.


Nobar Film G30S/PKI diselenggarakan oleh PIP PKS dengan dukungan beberapa organisasi masyarakat Indonesia di Kuwait. Rangkaian acara berlangsung dengan sajian gratis snack box, makanan dan minuman ringan seperti ubi, kopi, teh dan air mineral.

Nobar Film G30S/PKI tersebut mengusung tema "Mengingatkan Anak Bangsa Tentang Kekejaman PKI". Semoga diaspora yang hadir dapat mengambil hikmahnya dan menguatkan persatuan dan rasa cinta tanah air dengan jiwa Pancasila.


Salam Diaspora!

Thursday, September 28, 2017

Pengurus IDN Kuwait Hadiri ASEAN Diplomatic Night

Messilah, Kuwait. Rangkaian acara ASEAN Diplomatic Night yang digelar 27 September 2017 malam di Jumeirah Messilah Beach Hotel, turut dihadiri oleh sejumlah Pengurus Indonesian Diaspora Network (IDN) termasuk Edi Rahmat selaku Ketua.

Kegiatan yang merupakan kalender kerja ASEAN dalam rangka memperingati 50 tahun terbentuknya ASEAN ini, dikoordinatori oleh Kedubes Filipina sebagai Ketua ASEAN saat ini dan turut dibantu oleh 8 Perwakilan Negara-negara ASEAN lainnya yang ada di Kuwait yaitu Brunei Darussalam, Cambodia, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Thailand, Vietnam.


Acara ASEAN Diplomatic Night dihadiri oleh Wakil Menteri Luar Negeri Kuwait Khalid Al-Jarallah yang juga memberikan sambutan pada kesempatan tersebut.


Kehadiran Pengurus IDN atau FDIK (Forum Diaspora Indonesia di Kuwait) di acara tersebut atas undangan resmi pihak KBRI Kuwait. Hal ini seperti yang juga disampaikan Tatang Budie Utama Razak selaku Dubes RI kepada Ketua IDN Kuwait "Pengurus Diaspora merupakan perwakilan dari hampir semua masyarakat Indonesia di Kuwait".


Pada acara ASEAN Diplomatic Night, KBRI memperkenalkan atau menampilkan beberapa produk terbaik serta photo-photo destinasi wisata Indonesia yang mempesona agar menarik minat para pengunjung.


Sekitar 9 orang Diaspora Indonesia tampil menghibur dengan Tarian Cendrawasih asal Bali berikut kostumnya yang menarik. Selanjutnya tampil juga peragaan busana khas (batik dan kebaya), lalu tampilan selanjutnya diikuti peragaan baju daerah.


Kemudian tampil juga peragaan baju daerah adat Batak (Sumatera Utara), Betawi (DKI Jakarta), Padang (Sumatera Barat) dan adat Dayak (Kalimantan).


Para Pengurus Diaspora yang hadir pada kesempatan tersebut sangat terkesan dengan apa yang diupayakan pihak KBRI dalam mengikuti moment tersebut.


Semoga bisa meningkatkan rating kerjasama bisnis dan kunjungan wisata serta mempererat persahabatan negara ASEAN khususnya, dan negara lainnya yang hadir sebagai tamu undangan umumnya.


Terima kasih dan apresiasi tinggi kepada KBRI atas kesempatan yang diberikan kepada Pengurus IDN/FDI Kuwait hingga bisa turut hadir di ASEAN Diplomatic Night. Semoga bermanfaat dan memotivasi untuk turut membangun dan berbuat hal yang mampu mencitrakan dan mengangkat nama bangsa dimata dunia menjadi lebih baik.



Salam Diaspora!