IDN Q8

Indonesian Diaspora Network Kuwait

Pengurus IDN Kuwait

Kepengurusan Diaspora Indonesia di Kuwait periode 2017 -2019

Kerja Kita Prestasi Bangsa

Menjelang pesta rakyat merayakan HUT RI ke-72

Kuwait Tower Salmiya

Kuwait Towers adalah kelompok tiga menara ramping yang melambangkan kebangkitan ekonomi Kuwait dan juga landmark budaya dan budaya dunia.

Tower Monas jakarta

Tugu Monas adalah monumen peringatan setinggi 132 meter yang didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia untuk merebut kemerdekaan dari pemerintahan kolonial Hindia Belanda.

Monday, January 20, 2020

Chef Indonesia Lomba Di Horeca Kuwait Exhibition 2020

Sebuah perusahaan besar dan ternama di Kuwait, Leaders Group kembali mengadakan pameran yang bertajuk Horeca Kuwait Exhibition 2020 pada tangggal 20 - 22 Januari 2020 berlokasi di Mishref International Fair Grounds.

Kegiatan Ini merupakan edisi ke-9 sejak Leader Group mengakuisisi HORECA (Hotels-Restoran-and Cafe) pada 2012 lalu dari pihak pertama yang mengembangkannya di Libanon, Saudi dan Kuwait.


Pameran tahun ini mengedepankan produk bisnis perhotelan dan berbagai kreatifitas produk dibidang industri makanan. Pada kegiatan tersebut, diadakan berbagai kategori lomba yang menggaet para Chef kelas internasional para pekerja hotel ternama di Kuwait.


Kesempatan ini dimanfaatkan beberapa diaspora Indonesia yang tergabung dalam organisasi Indonesian Hospitality in Kuwait (IHK) dengan skillnya sebagai Chef untuk turut berpartisipasi. Konon 6 orang Chef Indonesia ikut terdaftar dalam lomba tersebut. Secara keseluruhan peserta berasal dari expatriat berbagai negara dengan tim juri internasional dari Eropa dan Timur Tengah.


Di hari pertama, dua orang Chef asal Indonesia memperoleh medali perak dalam lomba kategori pastry (kue-kue). Chef Setyo jenis wedding cake, dan Chef Heru pada jenis chocolate carving. Keduanya bekerja pada Regency Hotel Kuwait.


Event ini dihadiri banyak diaspora Indonesia yang memberikan dukungan langsung, mulai dari pihak KBRI Duta Besar Tri Tharyat dan jajarannya, serta Ketua diaspora (FDIK) Ibnu Munzir dan pengurus Divisi Keahlian profesi Irvan Januar dan rekannya Robby Fajar Cahaya. Begitu juga masyarakat Indonesia yang tertarik untuk menyaksikan lomba tersebut.


Mari terus kita dukung Chef Indonesia dalam laju lomba pada HORECA KUWAIT EXHIBITION 2020 hingga 22 Januari 2020 nanti.



Salam Diaspora!!!

Saturday, January 18, 2020

Turnamen Liga Bola Diaspora Indonesia di Kuwait "Ambassador Cup 2020"

Indonesian Diaspora Network (IDN) Kuwait atau Forum Diaspora Indonesia di Kuwait (FDIK) membuka turnamen liga sepak bola tahunan 2020 yang diberi nama "Liga Bola Diaspora Indonesia Ambassador Cup 2020" pada Jumat pagi (17/1) di Kompleks Olahraga Al Saheel, Abu Halifa dengan partisipasi enam tim dari berbagai komunitas Masyarakat Indonesia dan profesional yang tinggal di Kuwait.

Penyerahan Piala Bergilir Ambassador Cup kepada Duta Besar Indonesia di Kuwait Bp. Tri Tharyat (Vest Putih)


Duta Besar Indonesia untuk Kuwait H.E. Tri Tharyat membuka acara tahunan yang dihadiri oleh ratusan warga negara Indonesia. Acara dimulai dengan Lagu Kebangsaan Indonesia "Indonesia Raya" diikuti dengan pidato pembukaan yang disampaikan oleh Wahyono Sutrisno sebagai ketua panitia penyelenggara acara Liga Bola dari FDIK.

Kelompok anak-anak mempersembahkan tarian "Senam Ceria" yang dikoordinir oleh divisi seni budaya dan pariwisata FDIK (Sri Astini dan Dr. Naimah) yang membawa suasana ceria selama acara pembukaan.

Senam Ceria Performance by Anak Indonesia di Kuwait

Selanjutnya proses tendangan bola kegawang oleh Duta Besar Indonesia sebagai tanda pembukaan resmi liga sepakbola.

"Acara tahunan ini adalah salah satu acara yang sangat penting bagi Komunitas Indonesia di Kuwait dan selalu ditunggu oleh semua orang Indonesia di Kuwait. Ini memberi kesempatan bagi semua orang Indonesia untuk bertemu satu sama lain dan akan memperkuat ikatan silaturahmi sesama warga negara Indonesia di Kuwait", Ungkap Ibnu Munzir selaku Ketua IDN Kuwait terpilih periode 2020 - 2021.

Selain itu, menurut beliau kegiatan ini juga merupakan momen unik yangmana kita dapat menemukan makanan tradisional Indonesia favorit kita. Ada 10 Meja stand Kuliner yang disediakan panitia bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi meramaikan kegiatan tersebut.

Keramaian Stand Kuliner

Ibnu Munzir mengucapkan selamat dan memberikan apresiasi yang besar kepada panitia penyelenggara atas upaya besar mereka serta berharap acara ini akan berakhir dengan aman dan sukses hingga akhir kegiatan nantinya.

Lebih jauh, Ibnu kembali menekankan bahwa tujuan Liga Bola Diaspora Indonesia di Kuwait adalah untuk memperkuat persahabatan antara orang Indonesia di Kuwait dan untuk menumbuhkan budaya yang sehat dengan olahraga di masyarakat, maka semua tim harus menjaga semangat sportifitas selama pertandingan.

Liga Sepakbola ini memperebutkan "Trophy Ambassador Cup" dimana sepenuhnya didukung dan disponsori oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia. Adapun enam tim yang berpartisipasi dalam acara ini meliputi PPK FC, Volmaks FC, Mangaf United FC, FC Koffeinesia, FC BBK dan PIP FC.

Tim pemain Pertama MU FC vs BBK Fc


Rangkaian kegiatan ini akan berlangsung selama satu setengah bulan di setiap Jumat pagi bersama dengan permainan untuk anak-anak dan warung (stand) kuliner tradisional Indonesia. Khusus pada Jumat, 17 Januari 2020 Pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia membuka Warung Konsuler untuk menghadirkan layanan kedutaan besar agar mempermudah akses bagi warga negara Indonesia.

Rencananya, Pertandingan final akan diadakan pada 20 Maret 2020. Hingga saat ini, total tiga pertandingan telah selesai, dan PIP FC memimpin posisi klasemen dengan 3 poin.


Salam Diaspora!!!

Thursday, May 3, 2018

Open Tournament Indonesian Badminton Club-Kuwait 2018

Indonesian Badminton Club-Kuwait (IBCK) mengadakan kegiatan Open Tournament IBCK 2018 tanggal 3 dan 4 Mei 2018 yang berlokasi di Al-Jawhart Al-Salh School (Girls) Reggae, Kuwait. Penyelenggaraan kegiatan olahraga ini pelaksanaannya mendapat dukungan dari Kedutaaan Besar Republik Indonesia (KBRI) serta bersinergi dengan Forum Diaspora Indonesiadi Kuwait (FDIK) atau Indonesian Diaspora Network (IDN) Chapter Kuwait.

IBCK Open 2018 yang resmi dibuka Kamis, 3 Mei 2018 pukul 19.30 WK oleh perwakilan KBRI Fathona Said (Sekreatris Pertama Fungsi Politik, Sosial dan Budaya/Kepala Kanselerai) ini dihadiri dan diikuti oleh peserta dari berbagai negara seperti Philipina, India, Pakistan, Bangladesh, Egypt dan Jordan serta tentu saja para diaspora Indonesia yang tergabung dalam IBCK sebagai panitia penyelenggara.


Pada kejuaraan ini dipertandingkan 3 (tiga) kategori level yaitu Profesional Mix Advance, Advance dan Intermediate. Dalam tournament kali ini hanya mempertandingkan permainan ganda saja, hal ini mengingat peserta yang mendaftar cukup banyak sejumlah 104 peserta dengan pembagian kategori Professional Mix Advance 16 pasang, Advance 12 pasang dan Intermediate 24 pasang.


Menurut keterangan Anto Dwi Santiko selaku ketua IBCK, bahwa ajang olahraga badminton kali ini dalam rangka mempererat persahabatan antar club negara partisipan dan juga sebagai moment promosi akan adanya perhelatan besar ASIAN Games 2018 yang akan berlangsung di Indonesia beberapa bulan kedepan. Pengorganisiran kegiatan kepanitiaan penyelenggaraan acara kali ini diserahkan kepada Gede Swastama Putra, salah satu pemain badminton andalan IBCK yang sudah beberapa kali meraih prestasi terbaik dikejuaraan badminton antar expatriates di Kuwait.

(Photo kiri ke kanan : Gede S. Putra, Edi Rahmat, Zulkifli, Anto D. Santiko, Nanang Reska)

IBCK Open 2018 pada hari pertama cukup meriah, para pengunjung antusias menyaksikan pertandingan yang berlangsung. Sajian kuliner Indonesia turut hadir pada acara tersebut. Selain itu, tersedia juga meja pelayanan kesehatan dan meja pendaftaran pemilih dalam pemilu luar negeri 2019 yang dihadiri oleh Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) beserta jajaran Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PANTARLIH) Kuwait.


Turut hadir sebagai tamu undangan, Edi Rahmat selaku Ketua FDIK berharap permainan berlangsung sportif , menjunjung tinggi persahabatan dan silaturahmi sesama penggemar olahraga badminton. Beliau mengucapkan terimakasih kepada IBCK  dan selamat atas terselenggaranya acara tersebut dan berharap berjalan lancar hingga akhir kegiatan.

Friday, March 9, 2018

Indonesia Kalahkan Malaysia 2 : 0 Di Laga Persahabatan Sepakbola Diaspora

Abu Halifa, Kuwait. Forum Diaspora Indonesia di Kuwait (FDIK) dalam rangkaian kegiatan Liga Bola Diaspora Indonesia di Kuwait (LBDIK) 2018, mengundang diaspora Malaysia untuk pertandingan persahabatan sepakbola pagi tadi jumat 9 Maret 2018 pukul 08.00 WK di Al-Saheel Club Abu Halifa, Kuwait.


Dalam laga persahabatan tersebut, Tim Indonesia mampu mengalahkan Tim Malaysia 2 : 0. Tim punggawa Indonesia dengan Kapten kesebelasan Tatang Budie Utama Razak (Duta Besar RI untuk Kuwait) sejak awal pertandingan berhasil menekan pihak Malaysia, hasilnya 1 gol untuk Indonesia dimenit-menit awal tercipta oleh Kapten tim yang berposisi sebagai penyerang utama.


Memasuki babak kedua, Indonesia kembali menciptakan peluang baik yang berujung gol yang ke-2 untuk tim Indonesia oleh Seno pemain tengah. Hingga akhir pertandingan 2x30 menit dengan Wasit Edra dan 2 (dua) Assisten garis (Yani dan Hermawan) kedudukan tetap 2 : 0 untuk tim Indonesia.


Liga sepakbola diaspora Indonesia yang sudah dimulai sejak awal januari lalu telah memasuki dua pekan terakhir, dimana pertandingan Final perebutan juara 1 dan 2 akan dipertandingkan Jumat depan 16 Maret 2018 antara Tim MU (Mangga United) vs Ambulance. Sedangkan juara 3 dan 4 diperebutkan oleh KBRI FC vs PPK FC pagi tadi setelah partai persahabatan diatas.


Raihan posisi ke-3 pertandingan LBDIK 2018 diduduki oleh PPK dengan score 4 : 3 setelah lebih dulu tertinggal gol oleh tim KBRI. Para pemain mampu bermain sportive dan semangat, sehingga terjadi susul menyusul gol menarik satu sama lain. Namun akhirnya tim KBRI harus puas mengakui keunggulan tim PPK FC.


Selamat kepada tim diaspora Indonesia yang berhasil membanggakan atas raihannya mengalahkan tim diaspora Malaysia. Selamat juga kami ucapkan kepada tim PPK FC dan KBRI FC atas perolehan posisi tiga dan empat, semoga kedepan bisa mencapai yang lebih baik lagi.




Salam Diaspora!!!

Wednesday, March 7, 2018

PPI Kuwait Hadiri Simposium PPI Kawasan Timur Tengah-Afrika 2018

Islamabad, Pakistan. Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Kuwait turut menghadiri pertemuan Simposium PPI Kawasan Timur Tengah - Afrika (PPI TIMTENGKA) yang diselenggarakan pada tanggal 1- 4 Maret 2018 di Islamabad, Pakistan. Kegiatan simposium pelajar tersebut terselenggara atas kerjasama dan koordinasi antara Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia, Persatuan Pelajar Mahasiswa Indonesia (PPMI) Pakistan dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Pakistan.

Pada kesempatan tersebut, PPI Kuwait hanya diwakili 1 (satu) orang saja yaitu oleh Sela Angelita, Hal ini dikarenakan beberapa siswa/mahasiswa lainnya terbentur dengan kegiatan proses belajar mengajar (menghadapi ujian). Demikian menurut info Ketua PPI Kuwait, Ridho Romadhon.

Sela Angelita wakil PPI Kuwait

Acara simposium PPI TIMTENGKA 2018 mengusung tema "Membumikan Nilai Islam Dalam Praktek Bisnis Modern di Indonesia". Adapun jumlah peserta tamu yang hadir terdiri dari total 37 peserta yang masing-masing berasal dari ; PPI Mesir (4 orang), PPI Arab Saudi (3 orang), PPI Libanon (2 orang), PPI Yordania (3 orang), PPI Kuwait (1 orang), PPI Iran (2 orang), PPI Aljazair (2 orang), PPI Malaysia (2 orang), PPI Sudan (2 orang), BEM Indonesia (15 orang) dan wakil PPI Dunia yang dimandati mengawal simposium tersebut 1 orang dari Francis.


PPMI Pakistan sebagai host penyelenggaraan kegiatan, sebelum acara berlangsung telah menyiapkan dengan matang rangkaian acara berikut booklet ‘Guideline Travel in Pakistan’ sebagai panduan saat mengunjungi negara yang menjadi tuan rumah event tersebut. Khusus di booklet ini lebih banyak dibahas mengenai One Day Lahore Historical Trip yang juga termasuk dalam agenda pada Simposium Timtengka 2018. Tempat bersejarah yang masuk di dalam buku panduan ini antara lain Jahangir Tomb, Shah Badsahi Masjid, dan Wagah Borde.

 

Rangkaian acara yang telah berhasil terlaksana selama empat hari diantarnya adalah City tour dihari pertama bagi para peserta tamu simposium dengan mengunjung Masjid Faisal, Rawan lake, dan Monumen Pakistan. Pada hari kedua dan ketiga terlaksana diskusi panel membahas berbagai topik dengan menghadirkan pembicara Bambang Suherman (Director of Dompet Dhuafa), Andreas Sanjaya (Founder I Grow) dan Evilita Andriani (Fouder Ojesy atau Ojek Syari).

 

Diakhir acara hari ketiga dilakukan gala dinner dan penutupan acara simposium dimana sebelumnya juga moment pemberian kenang-kenangan oleh PPMI Pakistan kepada para peserta simposium. Selanjutnya memasuki hari keempat, Kembali para peserta berkeliling city tour ke wilayah Lahore. Demikianlah ringkasan perjalanan Sela Angelita sebagai wakil PPI Kuwait yang hadir Acara simposium PPI TIMTENGKA 2018.

 

Ketua Diaspora Edi Rahmat sangat mengapresiasi langkah PPI Kuwait yang juga merupakan bagian dari Divisi Forum Diaspora Indonesia di Kuwait (FDIK) atau Indonesian Diaspora Network (IDN) Kuwait. Selain  mengucapkan terimakasih, Edi mengatakan bentuk kegiatan tersebut semoga bermanfaat tidak hanya mempererat silaturahmi, namun juga ilmu yang didapatkan mampu lebih jauh diapplikasikan ataupun dibagi dengan rekan lainnya yang tidak berkesempatan hadir.



Salam Diaspora!!!

Friday, March 2, 2018

Ikuti Jamiah Islah Tahunan, IVOC-K Juara 2 Volleyball

Rawda, Kuwait. Diaspora Indonesia yang tergabung dalam Indonesian Volley Community in Kuwait (IVOC-K) berhasil meraih juara 2 (dua) pertandingan volley ball antar komunitas muslim di Kuwait. Rangkaian pertandingan olahraga diselenggarakan oleh Al-Islah Rawda Jami'yah and Sport Center di wilayah Rawda dalam rangka olahraga tahunan.

Adapun komunitas muslim yang mengikuti pertandingan volleyball tersebut terdiri dari diaspora berbagai negara seperti Philipina, Bangladesh, Afganistan, Srilanka, Palestina. IVOC-K harus mengakui keunggulan Afganistan di tahap final yang berhasil keluar sebagai juara.

IVOC-K tampil dengan 9 orang personel, diantaranya Sidik, Marwan, Budhi, Nanak, Lilik, Windhu, Fikri, Armeen, dan Handoko. Bertindak sebagai kapten adalah Lilik. Terlihat pada photo dari kiri ke kanan.

Skuad Tim IVOC-K

Selain volleyball, olahraga lain yang dipertandingkan adalah Futsal dan tarik tambang. Namun untuk kedua kompetisi tersebut Diaspora Indonesia gagal melaju sampai tahap lanjutan.

Skuad Tim Futsal

Acara yang cukup meriah tersebut diharapkan menjadi wadah mempererat persahabatan sesama komunitas muslim yang ada di Kuwait.

Tim Diaspora Indonesia dan Panitia

Selamat kepada tim IVOC-K, semoga yang akan datang dapat tampil lebih bagus dan menjadi juara pertama. Terimakasih telah turut mengharumkan nama bangsa.

Video penyerahan medali untuk tim IVOC-K


Salam Diaspora!!